

Kegiatan Open MIC Dakwah yang diselenggarakan oleh PDM Kota Malang resmi dibuka hari ini. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LDK Muhammadiyah Kedungkandang, Ahmad Alfath, sebagai perwakilan PCM Kedungkandang sekaligus bentuk dukungan terhadap penguatan sinergi program dakwah antar LDK se-Kota Malang.
Kegiatan ini dibuka oleh Dr. M. Muhson, M.Pd.I, ketua LDK PDM Kota Malang menyampaikan bahwa program MIC Dakwah ini menjadi wadah pembinaan dan pembentukan kompetensi dakwah bagi para pemuda Muhammadiyah.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak hingga 50 peserta sebagai kader dakwah masa depan. Namun karena bertepatan dengan momentum ujian akhir semester, peserta yang mendaftar berjumlah 30 orang — jumlah yang tetap menunjukkan antusiasme luar biasa,” ujarnya dalam sambutan.
Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa dakwah yang baik membutuhkan teknik komunikasi, hikmah, dan pendekatan yang tepat, sehingga pesan Islam dapat diterima dengan santun dan menyegarkan bagi masyarakat.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. H. Abdul Haris ketua PDM Kota Malang menekankan pentingnya ruang ekspresi bagi pemuda.
“Media sosial kini menjadi panggung paling besar dalam penyebaran dakwah. Cukup 5–7 menit, pesan dakwah sudah bisa tersampaikan dengan baik dan luas. Karena itu, anak-anak muda harus hadir sebagai pengisi konten yang bernilai dan mencerahkan,” tambahnya.
Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar event sekali jalan, melainkan awal dari rangkaian pembinaan berkelanjutan untuk mencetak para talent dakwah yang produktif, percaya diri, dan siap tampil.
📍 Penutup Kegiatan dari Ketua LDK PCM Kedungkandang Muhammadiyah, Ahmad Alfath dalam menghadiri Open Mic Dakwah LDK PDM Kota Malang
“_Alhamdulillah, kegiatan Open MIC Dakwah hari ini berjalan dengan baik dan penuh semangat. Kami melihat wajah-wajah para pemuda yang insyaAllah akan menjadi penerus dakwah Muhammadiyah ke depan.
Dakwah hari ini tidak hanya tentang mimbar masjid, tetapi juga tentang bagaimana kita mampu hadir di ruang digital, menyampaikan kebaikan dengan bahasa yang santun, sejuk, dan mudah dipahami.
Semoga kegiatan ini menjadi awal dari lahirnya dai-dai muda yang berakhlak, berilmu, dan siap mengemban amanah persyarikatan. Terima kasih kepada seluruh panitia, narasumber, dan peserta.
Mari kita lanjutkan perjuangan ini, karena dakwah tidak berhenti di hari ini, tetapi terus berlanjut untuk membangun umat dan negeri._

