LDK Muhammadiyah dan IGABA Kedungkandang Bahas Sinergi Masjid–TK ABA untuk Penguatan TPQ

LDK Muhammadiyah dan IGABA Kedungkandang Bahas Sinergi Masjid–TK ABA untuk Penguatan TPQ

Rabu, 11 November 2025 — Sebanyak 12 kepala sekolah yang tergabung dalam IGABA (Ikatan Guru ABA) Muhammadiyah Kedungkandang mengikuti pertemuan bersama Ketua LDK Muhammadiyah Kedungkandang, Ahmad Alfath, dalam rangka mempererat ukhuwah sekaligus merumuskan langkah strategis penguatan hubungan antara masjid dan TK ABA di wilayah Muhammadiyah Kedungkandang.

Pertemuan ini digelar untuk mencari solusi bersama dalam upaya memakmurkan masjid, khususnya melalui keikutsertaan santri TK ABA dan wali santri dalam kegiatan keagamaan di masjid-masjid Muhammadiyah.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Alfath menyampaikan amanah dari jamaah dan takmir masjid yang mengaku kesulitan memperoleh santri baru untuk mengikuti TPQ pada sore hari. Dari hasil rangkaian kunjungan LDK ke berbagai masjid, sejumlah takmir mengeluh minimnya peserta TPQ dan berharap adanya dukungan dari lembaga pendidikan terdekat, terutama TK ABA.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Ahmad Alfath menawarkan gagasan agar TK ABA yang berada di sekitar masjid dapat menjadi mitra strategis dalam mendorong murid-muridnya melanjutkan pembelajaran mengaji di TPQ. Forum ini juga menjadi ruang untuk menggali penyebab rendahnya partisipasi anak-anak TK ABA dalam mengikuti kelas TPQ.

Titik terang muncul setelah Ketua IGABA Kedungkandang, Ibu Sulastri, S.Pd.I, menjelaskan bahwa rendahnya keberlanjutan pembelajaran mengaji disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan. TK ABA menggunakan metode Jibril dengan nada Jiharka, sementara masjid-masjid Muhammadiyah di Kedungkandang umumnya memakai metode Ummi, Qiraati, Utsmani, atau Qurana. Perbedaan metode ini, ditambah dengan belum adanya sertifikasi metode Jibril bagi sebagian guru TPQ, menyebabkan anak-anak kesulitan beradaptasi saat berpindah dari TK ke TPQ masjid.

Menyadari pentingnya regenerasi internal Muhammadiyah, LDK Muhammadiyah Kedungkandang bersama kepala sekolah TK ABA mencapai kesepahaman bahwa anak-anak jamaah harus dibawa lebih dekat dengan masjid sejak dini. LDK menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan generasi dari usia dini hingga dewasa agar hati mereka terpaut dengan masjid-masjid Allah.

Melalui Komunitas Pemuda Cinta Masjid, LDK berupaya meningkatkan minat murid TK ABA dan mendorong keterlibatan orang tua dalam memakmurkan masjid. Salah satu upaya yang direncanakan adalah pembukaan kelas les mengaji gratis di setiap masjid Muhammadiyah Kedungkandang, agar anak-anak lebih mudah mengakses pembelajaran Al-Qur’an. Para peserta les juga akan mendapat bingkisan ringan sebagai bentuk apresiasi, demi menumbuhkan semangat belajar dan kecintaan terhadap masjid.

Kehadiran santri TK ABA dalam kegiatan TPQ dan salat berjamaah diharapkan mampu menambah shaf, memperkuat atmosfer spiritual, serta menghidupkan masjid-masjid Muhammadiyah di wilayah Kedungkandang.


Penutup dari LDK Muhammadiyah Kedungkandang

LDK Muhammadiyah Kedungkandang meyakini bahwa kerja sama antara masjid dan lembaga pendidikan adalah fondasi penting bagi keberlanjutan dakwah dan pembinaan umat. Sinergi ini bukan sekadar program, tetapi sebuah ikhtiar untuk melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, mencintai masjid, dan memiliki karakter Islami yang kuat.

LDK menyampaikan terima kasih atas dukungan IGABA, para takmir masjid, serta para orang tua yang turut bergerak bersama. Semoga langkah yang ditempuh hari ini menjadi pintu terbukanya peradaban masjid yang lebih hidup, damai, dan bermanfaat bagi masyarakat.


Kata Mutiara LDK Muhammadiyah Kedungkandang

  1. “Menghidupkan masjid berarti menghidupkan peradaban; dan peradaban itu dimulai dari anak-anak yang mencintai Al-Qur’an.”
  2. “Setiap anak yang melangkah ke masjid adalah harapan baru bagi masa depan umat.”
  3. “Sinergi antara TK dan masjid adalah jembatan emas bagi lahirnya generasi Qur’ani.”
  4. “Satu anak mencintai masjid, satu masa depan terselamatkan.”
  5. “Regenerasi Muhammadiyah lahir dari jamaahnya sendiri—dan dimulai dari langkah kecil menuju rumah Allah.”

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *