Aisyiyah Kedungkandang Mantapkan Dinamisasi Perempuan Berkemajuan dan Tampilkan Capaian Program di Seluruh Majelis



Malang, 9 November 2025 — Gedung Dakwah PCA Kedungkandang menjadi saksi terselenggaranya Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I ‘Aisyiyah Kedungkandang periode 2022–2027. Dengan mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Kemandirian yang Berkeadilan,” kegiatan ini menghadirkan seluruh pimpinan cabang, ranting, majelis, serta perwakilan ortom Aisyiyah dan Muhammadiyah.
Musypimcab I ini menjadi forum evaluasi dua tahun perjalanan organisasi pasca Musycab ke-7. Ketua PCA, Sulistini, S.Pd, menegaskan bahwa Aisyiyah Kedungkandang memasuki fase konsolidasi yang semakin matang—baik dalam penguatan ideologi, kelembagaan, maupun pengembangan amal usaha.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PCM Kedungkandang Ustadz Hamzah Utomo, yang menekankan pentingnya sinergi Aisyiyah dalam dakwah kemasyarakatan dan pemberdayaan perempuan di tingkat lokal.
Capaian Program: Dari Penguatan Ideologi hingga Aksi Sosial
Laporan program menunjukkan peningkatan signifikan pada berbagai lini majelis:
- Majelis Tabligh
Penguatan kajian tarjih dan ideologi Islam Berkemajuan di seluruh ranting.
Pelaksanaan kajian Ramadhan dan pengajian Idul Qurban.
Pelayanan dakwah di LP Wanita melalui kultum dan imam tarawih.
Penyembelihan hewan qurban sebagai bentuk pengabdian sosial.
- Majelis PAUD–Dasmen
Pembinaan rutin guru setiap tiga bulan.
Pendampingan akreditasi TK ‘Aisyiyah dan pendataan lembaga.
12 unit TK/PAUD dengan 108 guru dan 1.075 murid berada di bawah koordinasi PCA.
Program peningkatan kesejahteraan guru, termasuk penyaluran pesangon bagi guru pensiun.
- Majelis Kesehatan
Pendirian Rumah Gizi Cabang Kedungkandang (Juli 2025) sebagai pusat layanan gizi masyarakat.
Pelaksanaan Sub-PIN Polio, penyuluhan MPASI, TB, DM, dan kesehatan jiwa.
Pelatihan pemulasaraan jenazah penyakit menular.
- Majelis Ekonomi
Pendirian AICA Bakery dan AICA Fresh sebagai pusat produksi kuliner binaan Aisyiyah.
Partisipasi UMKM dalam bazar, pelatihan digital, dan sekolah wirausaha Aisyiyah.
Pendataan dan pendampingan anggota yang memiliki usaha mikro.
- Majelis Kader
Pelaksanaan Baitul Arqam tingkat cabang dan ranting.
Kegiatan bersama Nasyiatul Aisyiyah.
Pengurusan NBM dan NBA untuk penguatan data kader.
- Majelis Kesejahteraan Sosial
Santunan rutin anak yatim di berbagai ranting.
Pelatihan pengolahan herbal dan produk olahan susu (yogurt).
Pelatihan pemulasaraan jenazah serta partisipasi lomba.
Dinamika Cabang: Perluasan Ranting dan Penguatan Dakwah
Dalam forum Musypimcab, PCA juga melaporkan capaian strategis tingkat cabang, sebagaimana dirangkum dalam dokumen Dinamika Cabang Kedungkandang.
- Pembangunan Tanah Wakaf
Aisyiyah Kedungkandang sedang mengembangkan tanah wakaf strategis yang direncanakan menjadi Pusat Dakwah Aisyiyah, pusat aktivitas perempuan berkemajuan di kawasan Kedungkandang.
- Peresmian Ranting Baru: PRA Wonokoyo
Pada 16 Mei 2025, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Malang meresmikan PRA Wonokoyo. Dengan hadirnya ranting baru tersebut, seluruh 12 kelurahan di Kedungkandang kini memiliki pimpinan Aisyiyah.
- Data Ranting Se-Kedungkandang
Terdapat 14 Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah, antara lain Mergosono, Kebalen, Gribig, Kedungkandang 1 & 2, Sawojajar, Lesanpuro, Kutobedah, Buring, Bumiayu, Arjowinangun, Tlogowaru, Cemorokandang, serta Wonokoyo.
Tantangan dan Arah ke Depan
Musypimcab I menyoroti beberapa tantangan utama:
- Transformasi digital organisasi.
- Regulasi kelembagaan yang semakin kompleks.
- Regenerasi kader dan pemetaan anggota yang belum optimal.
- Peningkatan kapasitas pimpinan dan majelis.
Meski begitu, PCA Kedungkandang optimis melangkah lebih jauh dengan strategi konsolidasi ideologi, penguatan kaderisasi, hingga pengembangan amal usaha yang lebih profesional dan mandiri.
PCA Kedungkandang Siap Menjadi Poros Perempuan Berkemajuan
Melalui Musypimcab I ini, Aisyiyah Kedungkandang meneguhkan kembali komitmennya sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan—mengusung nilai dakwah rahmatan lil-‘alamin, keadilan sosial, dan pemberdayaan lintas sektor.
Ketua PCA, Sulistini, menutup musyawarah dengan pesan penuh harapan:
“Aisyiyah harus menjadi cahaya di tengah masyarakat. Bergerak, berdaya, dan memberi manfaat seluas-luasnya. Dengan sinergi dan komitmen, insyaAllah kita mampu mewujudkan kemandirian yang berkeadilan.”
