Merajut Kembali Semangat Pemuda: Dari Masjid Al Falah Bangkit Generasi Penerus Muhammadiyah

Merajut Kembali Semangat Pemuda: Dari Masjid Al Falah Bangkit Generasi Penerus Muhammadiyah

Sabtu, 08 November 2025 – Masjid Al Falah, Kebalen Kota Lama

Dalam suasana malam yang penuh kehangatan, hujan ringan tidak menyurutkan semangat jamaah, PRM, takmir, dan ibu-ibu Aisyiyah untuk menghadiri kegiatan sosialisasi dari Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Kedungkandang. Kehadiran Ketua LDK, Ahmad Alfath, menjadi momentum yang ditunggu-tunggu, meski sempat tertunda karena padatnya agenda dakwah sejak pagi hingga siang di Kediri.

Kegiatan ini disambut dengan penuh antusias oleh seluruh jamaah Masjid Al Falah. Raut wajah bahagia dan semangat para pengurus menunjukkan betapa besar kerinduan mereka terhadap gerakan dakwah yang menghidupkan kembali semangat pemuda di lingkungan masjid.

🔹 Dakwah Pemuda Kini Lebih Menantang

Dalam sambutannya, Ahmad Alfath menegaskan bahwa perjuangan dakwah pemuda saat ini jauh lebih sulit dibandingkan masa dahulu. “Kalau dulu, pemuda mencari masjid. Tapi kini, masjid yang harus mencari pemuda,” ujarnya. Ia menjelaskan, salah satu penyebab berkurangnya minat anak muda terhadap masjid adalah tidak adanya pembiasaan shalat sejak usia dini (3–7 tahun). Karena itu, penting bagi orang tua, sekolah, dan lingkungan untuk bersinergi dalam menanamkan nilai ibadah sejak awal.

LDK Muhammadiyah Kedungkandang saat ini terus menggencarkan dua program unggulan: Komunitas Pemuda Cinta Masjid dan Bikers Mu Kedungkandang — wadah yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan pemuda terhadap masjid sekaligus membangun solidaritas dakwah di jalan kebaikan.

🔹 Anak dan Masjid: Cermin Masa Depan Umat

Ustadz Hadi, selaku tim media LDK yang mendampingi, mengungkapkan kebahagiaannya melihat banyak anak-anak bermain di halaman masjid sambil menunggu waktu shalat Isya. “Pemandangan seperti ini membuat hati tenang. Karena dari masjidlah lahir generasi yang cinta ibadah dan berakhlak mulia,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ustadz Syaiful, selaku pengurus PRM dan tenaga pendidik di SD Muhammadiyah, menyoroti pentingnya peran orang tua. “Kadang anak tidak mau ke masjid bukan karena malas, tapi karena tidak pernah diajak. Gadget juga menjadi salah satu faktor yang melemahkan ikatan anak dengan masjid,” jelasnya.

🔹 Pesan dari Generasi Tua untuk Pemuda

Sementara itu, Ustadz Tamam yang dikenal sebagai tokoh sepuh Muhammadiyah, menyampaikan keprihatinan atas fenomena anak-anak didikan Muhammadiyah yang setelah dewasa justru kehilangan arah. “Perlu penguatan nilai dan keteladanan agar mereka tetap bersama perjuangan Muhammadiyah,” pesannya.

Sedangkan Ustadz Hari, mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kedungkandang, mengingatkan pentingnya memberi ruang bagi para pemuda. “Pemuda itu harus diberi kepercayaan. Kalau tidak, semangatnya akan padam. Dulu, kegiatan apa pun bisa berjalan lancar karena pemuda diberi peran. Sekarang, LDK harus mampu menghidupkan kembali semangat itu,” ujarnya penuh semangat. Ia juga mengusulkan agar LDK mengadakan event dan lomba antar masjid untuk menjalin ukhuwah dan regenerasi lintas usia — anak-anak, remaja, hingga orang tua.

🔹 Aspirasi dari Ibu-Ibu Aisyiyah

Dari kalangan ibu-ibu Aisyiyah, disampaikan harapan agar LDK Muhammadiyah Kedungkandang dapat melakukan sosialisasi ke KB-TK ABA di wilayah Kedungkandang. “Kami ingin anak-anak sejak usia PAUD sudah dikenalkan dengan masjid. Karena dari kecil mereka harus diajak mencintai tempat ibadah,” ungkap salah satu ibu Aisyiyah yang enggan disebutkan namanya.

Namun, kekhawatiran mereka juga muncul — sulitnya mencari penerus bagi pemudi Aisyiyah. “Anak-anak muda sekarang mudah bosan. Maka perlu inovasi kegiatan yang menyenangkan, tapi tetap mendidik dan bernilai dakwah,” tambahnya.

🔹 Harapan dan Penutup

Seluruh saran dan masukan dari PRM, takmir, dan jamaah Masjid Al Falah diterima dengan penuh apresiasi oleh LDK Muhammadiyah Kedungkandang. Ketua LDK, Ahmad Alfath, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari perjuangan bersama untuk menjaga estafet dakwah Muhammadiyah di tangan generasi muda.

“Perjalanan dari masjid ke masjid bukan hanya langkah fisik, tapi langkah hati. Kami ingin menghidupkan kembali ruh perjuangan agar masjid menjadi pusat kehidupan umat, tempat tumbuhnya pemuda-pemudi berakhlak dan berjiwa dakwah,” tutupnya.

🕊️ Pesan Moral:

“Jika generasi tua rindu masa mudanya di masjid, maka bimbinglah generasi muda agar masjid kembali menjadi rumah mereka.”

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *