Emas di Pasar, Pemuda di Masjid: Menemukan Kembali Cahaya Generasi Penerus Umat

Emas di Pasar, Pemuda di Masjid: Menemukan Kembali Cahaya Generasi Penerus Umat

Jum’at 07 November 2025
Dalam suasana hujan yang menambah kesejukan sore hari, Masjid Hidayatullah Buring, Kedungkandang menjadi saksi pertemuan hangat antara para pengurus masjid dengan tim LDK Muhammadiyah Kedungkandang. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membahas langkah-langkah membangkitkan kembali semangat pemuda agar hatinya terpaut ke masjid.

Kunjungan yang dipimpin oleh Ahmad Alfath selaku Ketua LDK Muhammadiyah Kedungkandang bersama Ustadz Hadi membawa misi besar: menjalin ukhuwah serta menyampaikan program unggulan pembinaan pemuda, yaitu Komunitas Pemuda Cinta Masjid dan Bikers Mu Kedungkandang. Program ini diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kegiatan dakwah, khususnya dalam agenda Safari Subuh bersama Ketua PCM Kedungkandang, Ustadz Hamzah Utomo.

Dalam penyampaiannya, Ahmad Alfath menegaskan bahwa pemuda harus kembali menjadi kekuatan utama penggerak masjid.

“Program ini hadir agar hati para pemuda kembali terpaut kepada masjid. Dari masjid, kita bangun peradaban dan masa depan umat,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Ustadz Makhrus, Imam Masjid Hidayatullah, menyambut dengan penuh harapan. Ia menilai bahwa program ini dapat menjadi regenerasi bagi para takmir masjid Muhammadiyah yang telah lama berjuang.

“Program ini seperti hembusan angin segar. Semoga menjadi awal bangkitnya para pemuda yang siap meneruskan estafet perjuangan takmiran,” ujarnya.

Ia juga memberikan masukan dan sangat menerima program oleh LDK Muhamadiyah Kedungkandang. Dari ustadz Tarni , ustadz Ikhwan dan ustadz Makrus, ustadz Surin dan ustadz Muhammad masing-masing mereka memberikan penyampaian seperti TPQ dengan santri awal satu ini bisa di poles dengan baik lagi, serta dengan mengadakan les gratis mengaji, bimbingan calistung ini sangat baik, serta lakukan lah kerja sama dengan ‘Aisyiyah untuk menghidupkan kegiatan anak-anak PAUD dan TK di masjid. Aktivitas dilakukan mulai pukul 17.00 hingga Isya, agar suasana masjid selalu hidup di waktu magrib hingga malam dari semua program yang dilakukan ini semoga bisa terwujud yang di lakukan oleh LDK Muhamadiyah Kedungkandang. Ungkap nya

Tokoh sesepuh masjid, Ustadz Tarni, turut mengungkapkan kenangannya ketika ikut mendirikan Masjid Hidayatullah bersama para pewakif muda seperti Ustadz Muhammad dan Ustadz Surin. Meski berbagai upaya telah dilakukan untuk menarik minat pemuda, hasilnya belum maksimal.

“Saya berharap komunitas Pemuda Cinta Masjid ini bisa segera terbentuk. Jangan hanya hari ini hadir, tapi terus dampingi kami agar semangat ini terus menyala,” harapnya.

Senada dengan itu, Ustadz Surin menambahkan bahwa potensi pemuda di berbagai masjid sangat besar dan perlu segera digerakkan.

“Jika ada yang siap lebih awal, jangan tunggu lama. Jalankan saja, agar menjadi contoh dan penyemangat bagi pemuda lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Ikhwan, mantan aktivis Pemuda Muhammadiyah Sukun yang kini menetap di Buring, memberikan pesan mendalam.

“Berdakwah bersama Muhammadiyah itu butuh kesabaran. Banyak tantangan, tapi jangan berhenti berjuang,” pesannya penuh motivasi.

Pertemuan diakhiri dengan ungkapan terima kasih dari Ketua LDK Muhammadiyah Kedungkandang, Ahmad Alfath, kepada jajaran PRM dan Takmir Masjid Hidayatullah.

“Kami hadir bukan untuk menggurui, tapi untuk bersama-sama memikirkan masa depan generasi penerus takmiran Muhammadiyah,” tutupnya dengan penuh rasa hormat.

Dengan semangat dan doa bersama, harapan besar pun disematkan: semoga pemuda kembali hadir memakmurkan masjid, menjadikan rumah Allah sebagai pusat gerak, ilmu, dan cinta.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *