

Rabu, 05 November 2025 – Kedungkandang – Malam yang penuh makna terasa seiring turunnya hujan yang menambah kesejukan suasana. Meski hujan membasahi bumi, semangat dakwah tidak surut. Ketua LDK Muhammadiyah Kedungkandang, Ahmad Alfath, tetap melangkah menuju Masjid Al Maghfiroh untuk melakukan kunjungan silaturahmi bersama jajaran Takmir masjid.
Pertemuan hangat itu turut dihadiri oleh Ustadz Hariono dan Ustadz Ihsan, sementara Ketua Takmir Ustadz Joko berhalangan hadir karena tengah menjalankan aktivitas di luar.
Dalam dialog malam itu, pembahasan berfokus pada isu penting yang kini dihadapi banyak masjid — menurunnya keterikatan generasi muda terhadap masjid. Para Takmir mengungkapkan keprihatinan atas fenomena ini yang kian meluas di berbagai masjid Muhammadiyah di wilayah Kedungkandang.
«“Keinginan dan keterikatan hati pemuda terhadap masjid sudah sangat sulit. Kita berharap inovasi-inovasi dari LDK Muhammadiyah Kedungkandang bisa menjadi penggerak bagi pemuda hari ini,” ujar Ustadz Ihsan penuh harap.»
Ia menambahkan, karang taruna di wilayah Al Maghfiroh sejatinya cukup aktif, namun masih belum menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan utama. Bahkan, sebagian kader muda Muhammadiyah yang sudah berkiprah di masyarakat masih ragu untuk mengajak rekan-rekannya beraktivitas di lingkungan masjid.
«“Salah satu pemuda pernah mengatakan kepada kami, ia takut kehilangan teman-temannya bila terlalu aktif di masjid,” ungkap salah satu Takmir dengan nada prihatin.»
Situasi tersebut menjadi sinyal kuat akan pentingnya memperkuat pembinaan bagi generasi penerus. Terlebih, TPQ Masjid Al Maghfiroh yang sudah berjalan belum memiliki sistem pembelajaran yang tertata rapi dan berkelanjutan.
Menanggapi hal itu, LDK Muhammadiyah Kedungkandang menawarkan sejumlah langkah strategis untuk membangkitkan kembali semangat para pemuda di sekitar masjid:
- Merekrut dan membina pemuda dari lingkungan jamaah masjid sendiri.
- Mengajak para orang tua mendorong anak-anak mereka aktif dalam komunitas Pemuda Cinta Masjid.
- Mengadakan pembelajaran dan pembinaan rutin bagi para pemuda.
- Memberikan pelatihan serta micro teaching kepada ustadz dan ustadzah TPQ agar metode belajar lebih menarik dan berdampak.
Di akhir pertemuan, Ahmad Alfath menyampaikan rasa syukur atas sambutan hangat dari para Takmir. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Takmir, orang tua, dan LDK Muhammadiyah dalam menyelamatkan generasi muda agar tidak jauh dari masjid.
«“Semoga pertemuan selanjutnya bersama para orang tua jamaah Masjid Al Maghfiroh menjadi langkah awal munculnya generasi penerus perjuangan masjid Muhammadiyah di Kedungkandang,” tutup Ahmad Alfath penuh optimisme.»
