

Sabtu, 1 November 2025 | Kedungkandang, Kota Malang —
Dalam rangka menjalankan program 100 hari kerja, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Kedungkandang terus bergerak dari masjid ke masjid untuk menggali informasi, menyerap aspirasi, serta mengatasi keresahan terkait minimnya regenerasi pemuda yang siap meneruskan perjuangan dakwah Muhammadiyah.
Kunjungan kali ini dilakukan ke Masjid Al Hasyr, Kedungkandang. Ketua LDK Muhammadiyah Kedungkandang, Ahmad Alfath, didampingi oleh tim media LDK, Ustadz Hadi, disambut hangat oleh Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) setempat, Ketua Takmir, Wakil Ketua, serta jajaran struktural masjid.
Dalam sambutannya, Ahmad Alfath menyampaikan salah satu agenda utama LDK, yakni pembentukan komunitas Pemuda Cinta Masjid. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk aktif dalam kegiatan keislaman, sosial, dan kepemudaan berbasis masjid. “Pemuda harus menjadi bagian dari masjid, bukan sekadar pengunjung, tetapi penggerak. Dari masjid lahir pemuda yang hatinya terpaut kepada Allah,” tegasnya.
Ketua PRM, Pak Wahid, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi antara LDK dengan Pemuda Muhammadiyah agar program dapat berjalan berkesinambungan. “LDK harus terus berkoordinasi agar setiap langkahnya sejalan dengan semangat persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya memberi saran.
Sementara itu, Wakil Ketua Takmir Masjid Al Hasyr menilai program ini sebagai angin segar bagi generasi muda. “Program ini baru dan inspiratif. Kami berharap bisa menjadi pemantik semangat bagi pemuda di lingkungan Muhammadiyah Kedungkandang,” katanya.
Selain membahas penguatan komunitas, pertemuan juga diwarnai dialog inspiratif. Pak Alfan, salah satu tokoh penggerak lingkungan setempat, memaparkan kiprah komunitas Tempat Pemilahan Sampah Barokah (Tempe Sabar) — program berbasis sedekah sampah yang telah dikenal hingga luar negeri. Program ini mengubah sampah menjadi bernilai ekonomi dan sosial, digunakan untuk santunan anak yatim dan dhuafa. “Konsep seperti ini bisa menjadi inspirasi ekonomi produktif bagi komunitas Pemuda Cinta Masjid,” ujarnya.
Kunjungan ditutup dengan suasana penuh keakraban. Para tamu disuguhi berbagai hidangan sebagai bentuk penghormatan, sejalan dengan sabda Nabi ﷺ: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Menutup pertemuan, Ahmad Alfath menyampaikan rencana tindak lanjut berupa pertemuan dengan para pemuda Masjid Al Hasyr untuk membahas pembentukan komunitas secara resmi. Pihak PRM dan Takmir pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh langkah ini.
Dengan semangat kolaborasi dan dakwah, LDK Muhammadiyah Kedungkandang berharap gerakan Pemuda Cinta Masjid menjadi gerbang lahirnya generasi penerus dakwah Islam berkemajuan di Kedungkandang dan sekitarnya.
