Ahad, 09 November 2025 — Kedungkandang – Kunjungan Ketua LDK Muhammadiyah Kedungkandang, Ahmad Alfath, ke Masjid Al Fadhilah menjadi pertemuan penuh makna yang memunculkan refleksi mendalam tentang pentingnya sikap terbuka dan kasih sayang dalam memakmurkan masjid.
Pertemuan malam itu dihadiri oleh Imam Masjid Al Fadhilah, Ketua PRM, Ketua Takmir, serta Ketua Pemuda Muhammadiyah Ustadz Tisom, Ustadz Candra Jamaah, dan jajaran pengurus struktural masjid. Dalam suasana hangat tersebut, muncul pembahasan penting mengenai bagaimana seharusnya pengurus masjid mampu mengayomi jamaah pendatang baru yang aktif beribadah, bukan justru menaruh kecurigaan.
Namun, ketua LDK Muhamadiyah Kedungkandang Ahmad Alfath menyoroti adanya fenomena kurang menyenangkan di beberapa lingkungan masjid Muhammadiyah, di mana pendatang baru yang aktif justru dicurigai atau dilabeli dengan sebutan tertentu seperti “kaum salafiyah”.
“Seharusnya, siapapun yang datang dan aktif di masjid adalah tamu Allah. Sudah sepantasnya disambut dengan baik, bukan disikapi dengan sinisme,” ungkapnya.
Ia menambahkan, semangat dakwah dan ukhuwah akan sulit tumbuh jika masjid tidak menjadi tempat yang ramah bagi jamaah baru. Padahal, dalam Islam, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umatnya menyambut dengan kasih dan tidak menumbuhkan perpecahan.
“Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang suka bertengkar dan bersikap sinis.”
(HR. Tirmidzi)
Belajar dari Kasus: Sinisme yang Mengikis Semangat Pemuda
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Alfath menangkap di ada komunikasi yang buruk dan sinisme bisa menjadi penghambat besar dalam menciptakan generasi muda yang mau terlibat aktif di masjid.
Banyak pemuda sebenarnya memiliki semangat untuk hadir dan berkontribusi, namun takut disalahpahami atau dianggap “bukan bagian dari Muhammadiyah”.
“Pelayanan terhadap jamaah baru adalah kewajiban moral dan sosial pengurus masjid. Bukan jamaah yang memperkenalkan diri, tapi takmir yang harus menyambut dan mengenal mereka dengan penuh kehangatan,” tegasnya.
Dampak Negatif Sinisme di Lingkungan Masjid
LDK Muhammadiyah Kedungkandang juga menekankan beberapa dampak negatif dari sikap sinis terhadap jamaah baru, di antaranya:
Merusak hubungan sosial, karena membuat orang merasa tidak dihargai.
Menghambat komunikasi efektif, sebab orang enggan terbuka.
Menurunkan semangat dan partisipasi, terutama bagi kalangan pemuda.
“Sinisme hanya akan menjauhkan para pemuda dari masjid. Padahal, merekalah generasi penerus dakwah Muhammadiyah di masa depan,” ujar Ahmad Alfath.
LDK Muhammadiyah Kedungkandang Terus Berjuang
Hingga saat ini, struktur organisasi LDK Muhammadiyah Kedungkandang masih dalam proses pembentukan. Upaya ini dilakukan agar struktur nantinya berasal dari kalangan pemuda cinta masjid Muhammadiyah yang benar-benar aktif dan siap berjuang di lapangan.
Dengan niat tulus dan izin Allah SWT, LDK berkomitmen untuk terus memakmurkan masjid-masjid Muhammadiyah di wilayah Kedungkandang melalui kegiatan pembinaan pemuda, silaturahim, serta kolaborasi antar-takmir.
Pesan Akhir: Mari Sambut Pemuda dengan Akhlak Mulia dari para takmir dan jamaah masjid
Ketua LDK Muhamadiyah Kedungkandang, Ahmad Alfath menutup kegiatan dengan pesan moral dan renungan dari beberapa ayat Al-Qur’an yang mengingatkan agar umat Islam tidak bersikap sombong dan sinis terhadap sesama:
Surah Luqman (31:18):
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)… Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”Surah Al-Isra’ (17:37):
“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong…”Surah Al-Qasas (28:83):
“Kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi.”
Kegiatan ditutup dengan pembacaan hamdalah dan doa kafaratul majelis, menandai akhir dari pertemuan yang diharapkan menjadi awal kebangkitan kembali semangat persaudaraan dan cinta terhadap masjid.

