Menghidupkan Kembali Semangat Pemuda Cinta Masjid di Era Modern

Menghidupkan Kembali Semangat Pemuda Cinta Masjid di Era Modern

Ahad, 2 November 2025 – Masjid Al Haffy, Cemorokandang.
LDK Muhammadiyah Kedungkandang kembali melanjutkan agenda silaturahmi dan konsolidasi dakwah ke berbagai masjid di wilayah Kedungkandang. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua LDK Muhammadiyah Kedungkandang, Ahmad Alfath, bersama Ustadz Hadi dari tim media dan Ustadz Rozy, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kedungkandang, berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan.

Kunjungan kali ini menyambangi Masjid Al Haffy Cemorokandang, yang disambut hangat oleh Ketua Takmir, Ustadz Bahrul, bersama bendahara, Ustadz Mustofa. Pertemuan juga dihadiri oleh Ustadz Amin Tohari dari CMM Kabupaten serta Ustadz Joko dari Masjid Al Hikmah Lesanpuro. Dalam suasana hangat, mereka berdiskusi mengenai tantangan dakwah di tengah kondisi sosial masyarakat sekitar, yang menurut Ustadz Bahrul, masih membutuhkan perjuangan besar untuk membangkitkan semangat pemuda di lingkungannya.

“Pemuda di sini masih sulit diajak ke masjid. Mereka mau difasilitasi, tapi tidak mau diarahkan,” ungkap Ustadz Bahrul. Meski sudah diupayakan berbagai cara, seperti pengadaan tenis meja untuk menarik minat pemuda, hasilnya belum maksimal. Ketika diarahkan untuk berjamaah di masjid, sebagian justru mundur dan enggan datang kembali.

Program-program masjid yang sudah berjalan, seperti program beras untuk warga, santunan anak yatim piatu setiap bulan, dan bantuan dana usaha sebesar Rp 4.000.000 juta/ pemuda bagi 7 (tujuh) orang penerima, juga belum membuahkan hasil signifikan dalam membangkitkan aktivitas keislaman para pemuda. “Kita sudah berikan modal usaha, tapi pergerakannya tetap lemah. Pemuda masih jauh dari masjid,” tambahnya.

Menurut Ustadz Amin Tohari, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, masalah utama ada pada lemahnya peran dan dukungan orang tua. “Kalau orang tua tidak mengajak anaknya ke masjid sejak kecil, maka jangan heran bila anak-anak tumbuh tanpa rasa cinta terhadap masjid,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa membangun generasi cinta masjid harus dimulai dari keluarga, karena orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Menanggapi hal itu, Ahmad Alfath menekankan pentingnya sinergi antara takmir, orang tua, dan LDK Muhammadiyah dalam membina generasi muda. “Kita harus khawatir dengan kondisi pemuda hari ini. Kalau takmir dan orang tua tidak ikut bergerak, siapa yang akan mengisi shaf-shaf masjid di masa depan?” ujarnya dengan tegas.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya penanaman kecintaan terhadap masjid sejak dini, terutama bagi anak-anak usia 3 hingga 7 tahun untuk di bawa ke masjid di ajarkan shalat, serta 7 s.d 12 tahun anak di ajarkan tata cara shalat yang baik dan benar, selain itu usia 13 s.d 18 tahun menguatkan mereka dengan mengikuti aktifitas- aktifitas di masjid. Apabila hal ini di lakukan dari 3 fase usia mereka, maka In Shaa Allah mereka akan selalu terpaut hatinya hadir untuk ke masjid untuk memenuhi panggilan Allah. Tapi kebanyakan sebagian orang tua kasian membangun anak di kala shalat subuh berjamaah dan kasian menyuruh mereka setelah pulang sekolah karena kelelahan, orang tua dari awal tidak menguatkan serta mengingat kan kewajiban pada diri anak-anak setiap harinya untuk menjalankan shalat 5 waktu. Maka terjadilah fenomena anak – anak dan para remaja sibuk dengan aktifitas gadget nya serta kesibukan lainnya masjid bukan menjadi tempat utama di hati para remaja saat ini. Yang selalu ada di hati pada orang tua saat ini adalah ? karena mereka masih kecil untuk melakukan shalat 5 waktu padahal hal itu menjadi pondasi utama bagi anak-anak mengajar kan kedisiplinan sejak dini. Orang tua hanya ikhtiar dengan cara mengajak anak selalu menjaga shalat 5 waktu di masjid agar masjid-masjid nya Allah terisi oleh para pemuda-pemuda yang terpaut hatinya kepada Masjid. Ungkap Ahmad Alfath

Sebagai langkah strategis, LDK Muhammadiyah Kedungkandang akan membentuk komunitas Pemuda Cinta Masjid di setiap masjid Muhammadiyah di wilayah tersebut. Komunitas ini nantinya akan menjadi wadah penggerak kegiatan pemuda, mulai dari kegiatan sosial hingga event futsal antar masjid Muhammadiyah Kedungkandang, yang bertujuan mempererat ukhuwah dan membangun semangat kebersamaan antar pemuda.

Pertemuan diakhiri dengan pesan penutup dari Ahmad Alfath yang menggugah hati:
“Sudah saatnya kita semua — takmir, orang tua, dan warga Muhammadiyah — bangkit dan merasa khawatir terhadap masa depan generasi muda kita. Dari merekalah akan lahir peradaban Islam yang lebih baik dan lebih kuat di masa mendatang.”

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *