


Kedungkandang, 31 Oktober 2025 — Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Kedungkandang, Ahmad Alfath, melakukan kunjungan silaturahmi ke Masjid Baiturrahmah untuk menggali informasi dan mengambil pelajaran dari berbagai aktivitas keagamaan yang telah berjalan dengan baik di masjid tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ketua Takmir Masjid Baiturrahmah, Ustadz Romli, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan dan agenda tahunan di masjid tersusun secara rapi melalui Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disiapkan setiap tahun.
“Setiap program sudah dirancang dengan matang. Setelah rencana disusun, masing-masing struktural menjalankan tugas sesuai mandat yang telah diberikan,” ujarnya.
Ustadz Romli menambahkan, aktivitas dakwah dan kegiatan di Masjid Baiturrahmah merupakan hasil dorongan kuat dari jamaah sendiri. “Apa yang berjalan di sini adalah keinginan jamaah yang ingin terus memakmurkan masjid,” jelasnya.
Ketua LDK Muhammadiyah Kedungkandang, Ahmad Alfath, menyampaikan kekagumannya atas sistem pengelolaan yang diterapkan. “Kami sangat kagum dengan sistem di Masjid Baiturrahmah yang begitu detail, tersistem, dan menempatkan setiap struktural pada posisi yang sesuai agar program berjalan lancar,” ungkapnya.
Dalam pengelolaan dana, Ustadz Romli juga menegaskan bahwa pihaknya berupaya agar setiap rupiah infak benar-benar menjadi manfaat bagi umat.
“Setiap bulan, saldo kami bahkan sering minus. Tapi kami ingin dana infak ini benar-benar menjadi kemaslahatan, bukan sekadar ukuran pembangunan fisik. Masjid ini harus bermanfaat bagi banyak orang tanpa memandang golongan, semua kami rangkul agar jamaah betah datang ke masjid,” tuturnya.
Masjid Baiturrahmah dikenal dengan kenyamanan dan kebersihan yang terjaga, mulai dari karpet yang wangi, ruangan ber-AC, hingga pelayanan yang ramah untuk semua kalangan — anak-anak, remaja, dan orang tua.
Selain itu, masjid ini juga menaungi lebih dari 100 santri TPQ dengan 12 pengajar, serta memiliki 4 majelis taklim aktif yang turut berkontribusi dalam mendukung kegiatan masjid.
“Masjid Baiturrahmah punya prinsip kuat: mengaji harus membaca kitab, bukan sekadar bercerita tanpa dasar syariat,” tegas Ustadz Romli.
Menjawab pertanyaan LDK Muhammadiyah Kedungkandang tentang program pemuda cinta masjid, Ustadz Romli mengungkapkan bahwa pemuda yang aktif di masjid sebagian besar berasal dari luar daerah.
“Pemuda setempat memang masih minim, tapi kami memanggil pemuda dari luar, menyediakan tempat tinggal dan uang bulanan agar mereka bisa membantu kegiatan masjid, terutama di bidang sosial media,” jelasnya.
Program kegiatan di Masjid Baiturrahmah tersusun dengan baik, mencakup kajian pekanan dan dua mingguan setiap Sabtu dan Ahad. Bahkan, Takmir Masjid Baiturrahmah turut mengundang tim LDK Muhammadiyah Kedungkandang untuk hadir dalam agenda Pasar Ceria yang akan digelar pekan depan.
Ketua LDK Muhammadiyah Kedungkandang, Ahmad Alfath, mengaku sangat terinspirasi dengan semangat kolaborasi yang ditunjukkan oleh Takmir Masjid Baiturrahmah.
“Masjid ini terbuka bagi siapa pun yang ingin mengambil bagian dalam kebaikan. Kami berharap sinergi antara LDK Muhammadiyah Kedungkandang dan Masjid Baiturrahmah terus terjalin demi kemajuan dakwah dan kemaslahatan umat,” pungkasnya.
